top of page

ECP Family Day Makin Seru

Jakarta, LINK—“Kesibukan Orang tua dalam kegiatan keseharian banyak menyita waktu sehingga sedikit sekali bercengkerama dengan keluarga khususnya anak-anak,” demikian disampaikan oleh Ms Marcella Jonazh, Principal Early Childhood Program (ECP). Oleh karena itulah, Ms Marcella Jonazh bersama guru-guru ECP Jubilee menggagas dan menggelar acara Family Day 2019, pada 30 November. Dengan mengusung tema “My Family, My Everything” kegiatan ini berlangsung sangat seru dan meriah.

Kegiatan yang berlangsung di area lapangan basket dan koridor lantai 1 Sekolah Jubilee, melibatkan seluruh siswa ECP mulai dari kelas Pre Nursery (PN), Nursery (N), hingga kelas K1 dan K2. Selain Principal ECP Ms Marcella Jonazh, Supervisor Ms Ratih Damayanti, Tim Guru, karyawan, juga tak ketinggalan para orang tua siswa, semuanya “tumplek blek” dalam kegiatan ini. Semua orang tiba tepat pada waktu yang telah ditentukan dan terlibat dengan penuh semangat, antusias, dan gembira.

Tanpa perlu menunggu lama, para orang tua dan siswa yang telah hadir langsung didaftar dan dibagi ke dalam 6 kelompok. Masing-masing kelompok kemudian memilih seorang ketua kelompok dan dipandu oleh seorang guru pembimbing. Sebelum acara utama dimulai, Ms. Marcella terlebih dulu memimpin doa dan dilanjutkan dengan ice breaking yang diikuti oleh semua peserta dan guru-guru guna mencairkan suasana. Ms Fransisca Ristanto dan Ms Melina selaku Pemandu Acara serta para guru ECP mengajak seluruh siswa dan orang tua menyanyikan lagu “Good Morning” sambil bergoyang badan.

Dalam sambutannya di hadapan para orang tua siswa, Ms Marcella Jonazh mengatakan bahwa sesuai dengan tema “My Family, My Everyhting”, ia berharap agar acara ini mampu mengingatkan bahwa orang tualah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Sementara Sekolah Jubilee dalam hal ini guru-guru adalah orangtua kedua yang merupakan bagian dari keluarga besarnya. Itulah mengapa acara ini perlu melibatkan para orang tua siswa dan yang tak kalah penting adalah selama acara berlangsung, orang tua tak diizinkan ber-gadget ria, agar komunikasi dengan anak-anak dan guru-guru berjalan baik. “Ini demi kepentingan anak-anak,” tegasnya.

Usai sambutan, masing-masing kelompok dipersilakan menjajal enam jenis permainan seperti futsal, Obstacle games, Art & Craft, Face Painting, Balloon, dan Relay Race. Perlu diketahui bahwa semua permainan tercipta sebagai terjemahan sekaligus implementasi yang sesuai dengan kurikulum TK. Satu contoh permainan adalah Obstacle Games yang melatih kepekaan sensor motorik dan keberanian anak-anak dengan merangkak dalam rintangan berupa lorong yang dipenuhi dengan dedaunan dari ranting-ranting pohon. Untuk memudahkan, setiap kelompok diberi Family Activity Guide Map sekaligus untuk kontrol bagi guru.

Semua kelompok wajib mengikuti permainan yang ada. Puas bermain, di penghujung acara para peserta Family Day 2019 menyaksikan kepiawaian 12 orang ayah memasak bakmi goreng. Setiap kelompok diwakili oleh dua orang ayah. Mereka berlomba memasak bakmi dengan peralatan dan bahan-bahan yang telah disediakan. Acara diakhiri dengan makan siang bersama. (espe/JMC).

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page