top of page

Bina Pribadi: Awas, Bahaya Merokok

Jakarta, LINK—Merokok adalah kebiasaan buruk yang harus dicegah dan dihindari, bahaya yang mengakibatkan berbagai penyakit serta pada akhirnya akan berujung pada penyesalan di kemudian hari. Hal itu terungkap dalam kegiatan Bina Pribadi pada Kamis, 14 September 2017 oleh unit Bimbingan dan Konseling Sekolah Jubilee di hadapan siswa Grade 4 Full English Primary dan SD Jubilee. Program kegiatan Bina Pribadi dengan tema “Bahaya Merokok” menghadirkan pembicara Kak Gilbert Claymont Simson dari Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) di Ruang Multi Purpose Room lantai 2, Gedung Sekolah Jubilee. Untuk SD Jubilee pukul 9.30 – 11.00 WIB, dan pukul 11.30 – 13.00 WIB untuk FE-Primary. Hadir pada kesempatan tersebut Koordinator Unit Bimbingan dan Konseling Ibu Wiewiek Widiarti, Principal SD Jubilee Ms Jeanny Cahyana, Supervisor FE Primary Ms Mansha, Ms Daisy Lukman, Mr Halimson Redis dan Ms Grace.

Ibu Wiewiek memperkenalkan Kak Gilbert, dan kak Gilbert langsung bermain ‘Menangkap Tangan & Mengalahkan Jempol Lawan’ untuk mengajak siswa memulai fokus ke materi Bina Pribadi. Kemudian Kak Gilbert menjelaskan ‘Classs Rules’ meliputi Active – semua mesti aktif, Respect – menghargai sewaktu beliau berbicara kemudian ‘Satu Tangan Menyilang, untuk satu tepuk tangan, dua untuk dua tepuk tangan dan seterusnya.

Sekitar 3. 000.000 orang per tahun mati karena merokok, dan diprediksi tahun 2020 akan menjadi 10.000.000 orang per tahun. Bagi siswa yang orang tuanya merokok, oma, opa, om, tante dan saudaranya yang merokok, usahakan dan nasehati mereka agar bisa berhenti merokok tapi tidak dengan cara yang kasar, melainkan dengan perasaan yang lembut.

“Nggak ada bagusnya, nggak ada baiknya merokok. Bahkan menimbulkan penyakit seperti stroke, kanker, paru-paru, jantung, pembuluh darah menyempit, keriput, mulut bau dan gigi kuning. Paru-paru itu seperti spoons, jika kita terbiasa merokok, nikotin dan zat berbahaya lain lama kelamaan akan mengendap, setelah itu paru-paru akan tersumbat dan akhirnya akan sesak nafas. Bisa dibayangkan penyakit yang diderita selanjutnya,” kata Kak Gilbert.

Kak Gilbert menerangkan begitu banyak zat yang tidak baik, ada 4.000 jenis zat yang terkandung di dalam sebatang rokok. Di antaranya karbondioksida, formalin, naftalen, metofrin, metanol, benzofin, nikotin, aseton, timbal, thinner, butan, amoniak dan lain-lain.

“Untuk menolak ajakan merokok kita harus melakukan Broken Record, menolak secara berulang-ulang. ‘Probing’ merupakan metode dengan meminta penjelasan dan bertanya secara berulang-ulang dengan maksud menolak tawaran merokok. Pointing out consequences yaitu meminta penjelasan akibat merokok jangka pendek maupun jangka panjang. Change topic yaitu menolak tawaran merokok dengan mengalihkan perbincangan untuk menolak ajakan merokok,” lanjut Kak Gilbert. Kak Gilbert juga mengingatkan siswa-siswa agar menghindari ‘Freping’ – rokok elektronik dan Sisa, yang tak kalah berbahayanya dengan merokok rokok konvensional.

Pada sesi akhir Ibu Wiwiek membagikan kuesioner tentang pemahaman siswa-siswa terhadap bahaya merokok. Setelah diisi, para siswa mengembalikannya kepada Ibu Wiwiek untuk dianalisis lebih lanjut sebagai feed back. (Ab/fth/JMC)

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page