jubilee-jkt.sch.id
Sensus Macan Tutul dan Kumbang
PANDEGLANG - Hingga sejauh ini belum jelas populasi macan tutul (Panthera pardus) dan macan kumbang (Panthera pardus melas) di kawasan hutan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Kabupaten Pandeglang, Banten. "Kami mengetahui binatang tersebut dari hasil rekaman 'video trap' yang dipasang di sejumlah titik di kawasan hutan itu," kata Hendra Purnama, Petugas Evaluasi dan Data Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Labuan, Pandeglang, Banten, 5 Februari 2012.
Populasi kucing besar spesies khas Jawa di kawasan TNUK itu terbagi dua, yakni macan tutul dan macan kumbang. Kedua jenis macan itu dipastikan berkembang karena berdasarkan hasil rekaman 'video trap' mereka hidup berkelompok. Selain itu juga makanan macan tutul, seperti kancil, rusa, anak banteng dan binatang lainya melimpah. "Kami yakin populasi macan tutul di TNUK berkembang biak, namun kami belum memiliki data secara pasti satwa itu," ujarnya.
Mahasiswa Wajib Publikasikan Karya IlmiahJAKARTA – Kalangan perguruan tinggi tak serta merta dengan mudah melaksanakan surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait publikasi karya tulis ilmiah yang menjadi syarat kelulusan mahasiswa S-1, S-2, dan S-3. Perguruan tinggi butuh waktu untuk mempersiapkan segala hal yang mendukung pelaksanaan kebijakan itu. Khusus untuk mahasiswa S-1, masa transisi itu diperlukan karena selama ini tidak seluruh mahasiswa S-1 wajib melakukan penelitian sebagai tugas terakhirnya. Berbeda dengan mahasiswa S-2 dan S-3 yang memang diwajibkan menulis di jurnal. Begitu tanggapan Yonny Koesmaryono, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Akademik Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 6 Februari 2012. Mengapa Penelitian Tak Bermutu?JAKARTA - Selain persoalan kuantitas dan kualitas, karya sejumlah lembaga penelitian di Indonesia sering kali tumpang tindih. Akibatnya, karya-karya penelitian yang dilakukan kurang menghasilkan kemajuan berarti karena mengulang-ulang penelitian yang pernah dilakukan lembaga lain. Lembaga penelitian di Indonesia cukup banyak jumlahnya. Lembaga itu terdiri dari 114 perguruan tinggi negeri, 301 perguruan tinggi swasta, 8 badan usaha milik negara, 8 badan usaha milik swasta, 76 lembaga penelitian departemen, 91 lembaga penelitian nondepartemen, dan 24 lembaga penelitian pembangunan daerah. Jumlah peneliti yang bekerja di sejumlah lembaga tersebut belum bisa dirinci secara pasti, kata Andrianto Handojo, Ketua Dewan Riset Nasional. Tak Cukup Hanya SMKBANDUNG – Lulusan SMK tak seharusnya berpuas diri lantas berhenti mengembangkan kemampuan dan keahliannya. Mereka diharapkan memilki motivasi untuk meningkatkan keahlian lewat bangku kuliah jarak jauh. Lewat program vokasi berkelanjutan, siswa SMK dapat menimba ilmu satu tahun di bidang keahliannya. Hatta, Ketua Kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak SMKN 11 Bandung, mengatakan, SMK digandeng untuk menjadi pengelola pendidikan vokasi berkelanjutan sesuai program keahlian di sekolah yang ditunjuk menjadi subkampus. Siswa diseleksi guru di SMK tersebut yang sudah mendapat pelatihan kelayakan sebagai pengelola. Mahasiswa Gagap MenulisMALANG – Dalam hal menulis, mahasiswa Indonesia memprihatinkan. Mahasiswa di Indonesia gagap dalam hal menulis. Itu karena tidak ada tradisi membaca yang mapan. Ketika tak ada tradisi membaca di kalangan mahasiswa, maka seketika itu pula para mahasiswa gagap menulis. Itulah pernyataan bernada keprihatinan yang dikemukakan oleh dosen pacsa-sarjana Universitas Paramadina, Jakarta, Prof. Dr. Abdul Hadi WM, baru-baru ini. Keprihatinan yang sama diungkapkan oleh Imam Suprayogo, Rektor UIN Maliki Malang, Jawa Timur. "Banyak sarjana susah bicara apalagi menulis", kata Imam Suprayogo. Maka itu kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait kewajiban mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 untuk memublikasikan karya tulis ilmiahnya, perlu diapresiasi, begitu penilaian Imam Suprayogo, 4 Februari 2012. Melestarikan Budaya Melalui PendidikanSAMARINDA – Ratusan guru dan kepala sekolah se-Kota Samarinda berbondong-bondong menghadiri Pagelaran Seni pada puncak acara HUT Kota Samarinda, 23 Januari 2012, di GOR Segiri, Kalimantan Timur. Acara yang diprakarsai Harimurti, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, itu merupakan upaya untuk melestarikan budaya bangsa. Semantara, menurut dia, budaya bangsa sudah mulai luntur tergerus oleh derasnya arus budaya asing yang masuk ke Kalimantan Timur. Menjalin Kemitraan di MancanegaraSAMARINDA – Sepuluh SMP di Kalimantan Timur menjalin kemitraan dengan sekolah di luar negeri melalui program Connecting Classrooms berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Antara lain, SMPN 1 Berau, SMP Nasional KPS Balikpapan, SMPN 1 Tarakan, SMPN 5 PPU, SMPN 3 Tarakan, SMP Kesatuan 1 Samarinda, SMPN 9 Berau, SMPN 1 Samarinda, SMPN 2 Samarinda dan SMPN 12 Samarinda. Begitulah informasi yang disampaikan oleh Dr. Asli Nuryadin, Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Disdik Kaltim. Hal penting yang ingin diraih melalui program tersebut adalah mendorong siswa agar memahami budaya asing sekaligus memperlancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mitranya melalui serangkaian dialog. Dengan saling memahami budaya masing-masing, diharapkan terhindar dari rasa saling curiga sehingga pergaulan dunia antarsiswa bisa tercapai. Komunikasi Guru Yang HebatJakarta - Membangun sebuah hubungan yang baik antara seorang guru dengan siswanya, merupakan salah satu cara agar siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan. Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? berikut beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan subyek didik. Pertama-tama carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang 'bermasalah'. Hari pertama merupakan saat yang tepat untuk melakukannya. Sadarilah bahwa seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar. Terabaikannya Prestasi Non-AkademikSOLO – Perguruan tinggi negeri (PTN) kini tak memberikan lagi kesempatan bagi siswa yang memiliki prestasi non-akademik untuk kuliah tanpa mengikuti tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Ketua Panitia Pelaksana SNMPTN Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sutarno (2 Februari 2012), mengakui sebetulnya perguruan tinggi sangat membutuhkan mereka. Permasalahanya, SNMPTN jalur undangan tidak memiliki saluran untuk mereka. Apalagi, lanjutnya, di dalam SNMPTN jalur undangan juga tidak dikenal istilah ujian praktik. Sehingga sangat sulit untuk mengetahui secara persis apa betul siswa bersangkutan memiliki prestasi non-akademis. Penjelasan senada juga datang dari Rektor UNS Ravik Karsidi. Menurutnya, sesuai aturan, SNMPTN jalur undangan hanya diperuntukkan bagi siswa berprestasi di bidang akademik berdasarkan usulan yang diajukan sekolah masing-masing. Dengan demikian, jika ada siswa yang memiliki prestasi non-akademik tapi memiliki nilai akademik kurang bagus, ia tidak akan diusulkan oleh sekolah. Dengan kata lain, ia tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi melalui jalur undangan tersebut. Penulis: JMC3 Pendidikan Tentukan Karakter BangsaJakarta - Menghadapi masalah bangsa yang kian kompleks, dibutuhkan generasi bangsa yang memiliki karakter kuat. Sedang karakter suatu bangsa ditentukan oleh tingkat pendidikan masyarakatnya. Karena itu, untuk membentuk bangsa yang berakarakter, sebaiknya pendidikan karakter diberlakukan sejak dini. Menurut Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Jakarta, adanya sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di luar kontrol masyarakat, merupakan cerminan karakter sebuah bangsa. Kehancuran suatu bangsa tidak disebabkan oleh satu individu saja, melainkan oleh sistem yang ada di dalam lembaga-lembaga bangsa tersebut. Classic Portrait Spiral GalaxyWASHINGTON - The NASA/ESA Hubble Space Telescope has taken a picture of the barred spiral galaxy NGC 1073, which is found in the constellation of Cetus (The Sea Monster). Our own galaxy, the Milky Way, is a similar barred spiral, and the study of galaxies such as NGC 1073 helps astronomers learn more about our celestial home. Most spiral galaxies in the Universe have a bar structure in their centre, and Hubble's image of NGC 1073 offers a particularly clear view of one of these. Galaxies' star-filled bars are thought to emerge as gravitational density waves funnel gas toward the galactic centre, supplying the material to create new stars. The transport of gas can also feed the supermassive black holes that lurk in the centres of almost every galaxy. |











