Imunisasi Difteri di Sekolah Jubilee

January 26, 2018

Jakarta, LINK—Sekolah Jubilee kembali mengadakan imunisasi Difteri pada tanggal 23-25 Januari 2018, sebagai program wajib dari pemerintah setelah sebelumnya mengadakan  kegiatan yang sama pada 11 Desember 2017 untuk siswa kelas 1 & kelas 2 (Fase 1), serta vaksin Measles-Rubella (MR) pada 14-15 Agustus 2017.

 

Pada kesempatan imunisasi Difteri kali ini hadir Kasudin Kesehatan Jakarta Utara Bapak Muhammad Helmi dan Kepala Puskesmas Tanjung Priok dr. Anita beserta tim. Sementara di Klinik Sekolah Jubilee menyambut dengan ramah tamu-tamu dari Sudin Kesehatan Jakarta Utara: dr. Theresia Wongkar, Ms Marcella Jonazh-Kepala Sekolah ECP (Early Childhood Program) Jubilee, Ms Jeanny Cahyana-Kepala Sekolah SD Jubilee, suster Linda dan guru-guru.      

 “Terima kasih kepada Sekolah Jubilee atas kerja samanya menyiapkan siswa-siswanya untuk imuniasi Difteri yang termasuk dalam kategori ORI (Outbreak Response Immunization), merupakan  kegiatan imunisasi tambahan yang khusus dilakukan di daerah yang mengalami  kejadian luar biasa (KLB). Kerja sama ini kita harapkan dapat berlanjut, dalam hal-hal yang lain, seperti memfasilatasi seminar kesehatan atau kampanye kesehatan lain,” kata Bapak Muhammad Helmi.

 

“Pihak Sekolah Jubilee juga bisa mengunjungi Puskesmes Tanjung Priok untuk melihat realita Puskesmas yang kini sudah maju, atau kunjungan siswa-siswa Sekolah Jubilee menanyakan masalah-masalah kesehatan pada dokter-dokter di sana, sehingga timbul kerjasama timbal balik dan komunikasi yang baik, antara Sekolah Jubilee dan Puskesmas,” lanjut Pak Helmi.

Imunisasi Difteri di Sekolah Jubilee dilaksanakan selama tiga hari, siswa-siswa TK – SMP Jubilee (23/1), SD Jubilee (24/1) dan SMA Jubilee (25/1). Imunisasi ini dikhususkan dari anak-anak usia 1-19 tahun, serta akan berlanjut selama 3 putaran (0-1-6 bulan), dengan jarak dosis pertama-kedua adalah 1 bulan dan antara dosis kedua-ketiga 6 bulan. Pada awal tahun 2018, di Jakarta Utara ada 5 pasien gejala Difteri, setelah diperiksa hasilnya negatif. Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphtheriae dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan bagian atas, hidung, dan kulit. Difteri dapat menular melalui kontak dengan percikan ludah saat batuk/bersin, langsung dengan permukaan kulit/luka terbuka dan dengan benda-benda yang terkena kuman difteri (mainan, pakaian, kasur dsb). (Ab/fth/JMC)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Vaksinansi Campak Boster Siswa Kelas 1 FE-P & SD Jubilee

August 25, 2019

1/7
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive