'Baby Sitter' sebagai Mitra Orang Tua dalam Mengasuh Anak

October 10, 2017

Jakarta, LINK—Sebanyak 27 Baby Sitter (pengasuh) anak-anak siswa Early Childhood Program (ECP) Jubilee mendapat pembekalan materi “Tahap-tahap Tumbuh Kembang Anak 0-5 Tahun” dari Ms Josephine Juwana Budiman, Psikolog dan Koordinator JTEC Sekolah Jubilee, pada 9 Oktober 2017 di ruang Pre-Nursery ECP Jubilee. Acara dimulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB dengan pembagian makalah tentang tahap-tahap perkembangan anak 0-5 tahun serta strategi mengasuhnya oleh Ms Josephine.

 

Ms Marcella Jonazh, Principal ECP Jubilee menggambarkan kegiatan ini sebagai langkah untuk kebaikan, menstimuli potensi & bakat anak pada masa ‘golden age’, di mana pengasuh termasuk memegang peranan yang sangat penting selain orang tua. “Semakin banyak pengetahuan, terutama tahap-tahap perkembangan anak usia ‘golden age’ akan semakin baik. Nantinya akan diceritakan pula pada teman-teman pengasuh yang lain. Ini juga merupakan tanggung jawab sosial kita yang peduli terhadap pendidikan anak sejak usia dini,” kata Ms Marcella.

 

Ms Josephine Juwana lebih dulu meminta para pengasuh duduk membentuk formasi huruf ‘U’ untuk memudahkannya dalam menyampaikan materi dan memperoleh respons yang positif. Menurutnya, pengasuh adalah rekan orang tua dalam mengasuh anak, dan memiliki peran yang sangat penting dalam proses tumbuh-kembang anak. Tumbuh menyangkut perkembangan fisik, sementara kembang menyangkut psikologis (kejiwaan) & kepribadian anak.

 

“Kita harus siap belajar. Terutama menyangkut tumbuh-kembang anak usia 0-5 tahun sebagai masa ‘golden age’ mereka. Pengalaman masa usia dini akan membekas begitu dalam hingga usia tua mereka. Dalam usia ini, kita bagi tiga: 0-1,5 tahun tahap Baby; 1,5 – 3 tahun tahap Toddler; dan 3-5 tahun Children. Di masa ini anak-anak perlu asuhan, rawatan, pengawasan, arahan, dan bimbingan yang baik dan memadai,” kata Ms Josephine.

 

 

 

 

 

 

Tahap-tahap Tumbuh-Kembang Anak

 

Tahap Baby 0-1,5 tahun, masa yang sensitif dan perlu perhatian yang ekstra karena bayi belajar dan mencoba banyak sekali hal yang baru, dari merangkak, berdiri, berjalan, makan, minum serta mulai berlatih berbicara, pada masa ini bayi memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Yang dibutuhkan mereka adalah pengawasan agar bayi selalu aman dan tidak melakukan hal-hal yang berbahaya. Perhatian yang rutin agar bayi merasa aman dan percaya diri. Kepercayaan diri mereka akan membantu bayi semakin berani mencoba hal yang baru. “Yang tidak dibutuhkan pada masa ini adalah hukuman saat mencoba sesuatu yang baru (memasukkan benda ke mulut) dan saat belum berhasil mandiri (makan masih berantakan atau mengucapkan kata masih salah). Bayi yang sering kena marah akan menjadi penakut dan tidak percaya diri. Perasaan ‘saya bisa’, itu penting. Sikap yang harus kita tunjukkan adalah sabar, tanggung jawab, dan teliti,” tutur Ms Josephine.

 

Tahap Toddler 1,5-3 tahun, anak semakin senang bergerak dan menjelajahi lingkungan, mulai menyadari dirinya sendiri, apa yang ia suka dan tidak suka, apa yang ia mau dan tidak mau. Anak mulai ekspresif, mulai muncul perilaku marah dan ‘ngambek’. Yang dibutuhkan saat ini adalah pilihan agar anak terstimulasi dan anak mengenal variasi, komunikasi serta penjelasan tentang pentingnya memilih yang tepat. Anak yang banyak dikenalkan pada pilihan dan dibolehkan mencoba akan menjadi cerdas dan belajar bertanggung jawab. Pada masa ini kesempatan mengekspresikan diri termasuk marah, menangis dan merajuk. “Yang tidak dibutuhkan adalah pemaksaan agar anak patuh tanpa diberi kesempatan untuk memilih, tidak diizinkan mencoba hal baru membuat anak menjadi malas mencoba, dan anak yang tidak diizinkan berekspresi bisa tumbuh menjadi anak yang cuek dan tidak perhatian pada lingkungan. Itulah perlunya rutinitas atau konsistensi, juga pembiasaan yang baik-baik. Jangan sampai anak ‘mati feling’ (dengan perasaannya yang kurang berkembang), akibat kurang perhatian dan kasih sayang. Penting sekali membangun komunikasi yang baik dan sabarnya lebih dalam lagi,” lanjut Ms Josephine yang juga guru mata pelajaran pilihan Psikologi di SMA Jubilee.

 

Tahap Children 3-5 tahun, anak mulai mengenal dunia sosial (mulai punya teman, bahkan mulai punya adik). Anak seharusnya semakin kenal dengan dirinya sendiri dan kepribadiannya semakin matang. Anak semakin banyak bertanya, semakin berani mengambil keputusan sendiri. Keterampilan berkomunikasi dan berbahasa sangat pesat berkembang pada masa ini. Anak membutuhkan panutan atau contoh perilaku yang baik, anak belajar dari perilaku imitasi atau mencontoh (dari orang yang lebih besar). Anak juga ingin didengarkan celotehannya dan dijawab pertanyaannya. Juga belajar ‘role play’ (bermain peran). Anak yang diberi kesempatan banyak bertanya dan didengarkan kata-katanya, akan tumbuh menjadi orang yang berjiwa pemimpin. “Anak tidak membutuhkan panutan atau contoh perilaku yang buruk pada masa ini, larangan bertanya atau bicara mengakibatkan anak tidak bisa bergaul dan akhirnya tidak punya teman. Anak yang tidak boleh bertanya/berpendapat bisa tumbuh menjadi orang yang tidak punya motivasi dan tujuan hidup. Ingat, orang yang berani berpendapat adalah orang yang cerdas. Dan suri teladan baik kita, amat penting untuk menjadi ‘role model’ yang baik,” tutup Ms Josephine. (Ab/fth/JMC)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Vaksinansi Campak Boster Siswa Kelas 1 FE-P & SD Jubilee

August 25, 2019

1/7
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive